Alat Pengukur Tensi (Tekanan Darah)

Alat pengukur tensi dinamakan dengan tensimeter. Alat pengukur tensi ini berfungsi untuk mengukur tekanan darah seseorang. Tensi darah menjadi salah satu indikator untuk menentukan penyakit seperti penyakit hipertensi. Selain itu, tensi darah juga menggambarkan keadaan dari tubuh seseorang. Tensi darah secara umum dapat digolongkan ke dalam tensi darah rendah, tensi darah normal, dan tensi darah tinggi. Banyak faktor yang dapat memengaruhi timbulnya gangguan tensi darah, seperti pola makan, faktor genetik, dan sebagainya.



alat pengukur tensi
Tensimeter Digital Omron


Salah satu faktor yang dapat menimbulkan tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa berasal dari sumber makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Umumnya makanan penyebab hipertensi ialah makanan yang banyak mengandung garam, makanan yang banyak mengandung lemak, dan sebagainya. Sebelum penyakit hipertensi itu terjadi, alangkah baiknya kita melakukan tindakan pencegahan agar penyakit tersebut tidak menyerang kita.

Tindakan pencegahan terhadap penyakit hipertensi dapat dilakukan dengan cara menghindari berbagai makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah, menghindari stres, berolahraga secara teratur dan sebagainya. Pada intinya penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Alat Pengukur Tensi Darah

Alat pengukur tensi darah berfungsi untuk mengukur tekanan darah seseorang, baik secara manual maupun secara digital. Alat pengukur tensi yang bersifat manual terdiri dari tensimeter air raksa dan tensimeter jarum atau aneroid, sedangkan alat pengukur tensi digital dinamakan dengan tensimeter digital. Terdapat perbedaan diantara tensimeter manual dan tensimeter digital. Salah satunya tensimeter digital dapat menghasilkan hasil pengukuran secara otomatis tanpa harus mendengarkan bunyi korotkoff pertama dan terakhir. Sebaliknya, tensimeter digital dalam menentukan hasil pengukuran dilakukan secara manual dengan melihat angka pada skala yang ditunjukkan oleh bunyi korotkoff pertama dan bunyi korotkoff terakhir.

Alat pengukur tensi darah yang bersifat manual banyak digunakan oleh para petugas kesehatan, sedangkan alat pengukur tensi darah digital banyak digunakan oleh masyarakat umum. Para petugas kesehatan telah terbiasa melakukan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensi darah manual. Hal ini dilakukan demi melatih keterampilan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter manual yang mereka peroleh pada saat menempuh pendidikan kesehatan. Sementara alat tensi darah digital tidak memerlukan keterampilan khusus untuk menggunakannya sehingga semua kalangan masyarakat dapat melakukan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter digital.

Dilihat dari cara penggunaannya, tentunya tensimeter digital lebih mudah digunakan dibandingkan dengan tensimeter digital. Hasil pengukuran secara otomatis tertera pada layar monitor alat pengukur darah digital tersebut. Kita hanya perlu memasang manset pada lengan tangan bagian atas atau lengan tangan bagian bawah (tergantung dari model alat tensimeter digital yang digunakan) lalu menekan tombol start/stop. Biarkan alat tensimeter digital tersebut bekerja dengan sendirinya dan hasil pengukuran tekanan darah pun akan tertera di layar monitor dengan sendirinya.

Berbeda halnya dengan tensimeter manual. Untuk menentukan hasil pengukuran tekanan darah, alat tensi memerlukan bantuan alat lain yaitu stetoskop. Stetoskop berfungsi untuk mendengarkan bunyi korotkoff pertama dan bunyi korotkoff terakhir yang dihasilkan oleh pembuluh darah. Bunyi korotkoff pertama diidentifikasi sebagai hasil tekanan sistolik, sedangkan bunyi korotkoff terakhir ditetapkan sebagai tekanan diastolik. Tentunya untuk melakukan hal ini diperlukan kepekaan dan ketelitian dari pengguna alat tensimeter dan stetoskop tersebut.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: tokoalkes.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Terima kasih untuk Like/comment FB :