Alat Tensi Darah Digital Omron Jepang

Alat tensi darah digital Omron menjadi salah satu alat tensimeter digital yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengukur tekanan darah. Tekanan darah menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keadaan kesehatan seseorang. Apabila tekanan darah terlalu tinggi atau terlalu rendah maka akan mengganggu kesehatan dan memberikan gejala seperti pusing-pusing, sakit kepala dan sebagainya. Bagi pasien yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi, maka tekanan darahnya cenderung akan tinggi.



alat tensi darah digital omron
Tensimeter Digital Omron


Alat tensi darah digital Omron dapat digunakan oleh kalangan masyarakat non-kesehatan. Alat ini sangat mudah untuk digunakan untuk pengukuran tekanan darah. Tidak diperlukan keterampilan khusus dalam menggunakan alat ini. Hanya cukup mencoba alat ini satu kali, Anda pun dapat melakukan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan alat tensi darah digital Omron.

Salah satu alat tensi darah digital terkenal, Omron menawarkan kualitas dan jaminan alat tensi digital dengan memberikan garansi selama masa tertentu. Jadi apabila terdapat kerusakan selama masa garansi, kerusakan tersebut dapat diperbaiki di counter resmi Omron secara gratis. Tentunya berdasarkan kategori kerusakan berdasarkan Omron.

Cara Menggunakan Alat Tensi Darah Digital Omron

Cara menggunakan alat tensi darah digital Omron bisa dikatakan lebih mudah dibandingkan dengan alat tensi darah manual. Sebelum mengukur tekanan darah dengan menggunakan alat tensi darah digital Omron, sebaiknya kita mengatur terlebih dahulu tanggal dan waktu yang sesuai dengan saat itu. Barulah setelah tanggal dan waktunya kita atur, kita dapat melakukan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan alat tensi darah digital Omron.

Pertama-tama kita posisikan pasien atau orang yang akan diukur tekanan darahnya dalam posisi duduk atau berbaring. Setelah itu, kita pasangkan manset pada lengan tangan bagian atas atau lengan tangan bagian bawah sesuai dengan model tensi darah digital Omron yang kita gunakan. Pastikan manset telah terpasang dengan benar.

Apabila manset telah terpasang dengan benar, langkah selanjutnya ialah menekan tombol start/stop dan biarkan manset mengembang dan mengempis dengan sendirinya. Setelah manset mengempis, hasil pengukuran tekanan darah akan terlihat pada layar monitor alat pengukur tekanan darah digital tersebut. Umumnya layar monitor akan menunjukkan tiga bagian informasi. Bagian pertama berupa angka yang tertera pada bagian atas monitor yang menunjukkan tekanan sistolik. Bagian kedua berupa angka yang tertera pada bagian tengah monitor menunjukkan tekanan diastolik dan pada bagian ketiga berupa angka yang tertera pada bagian bawah monitor menunjukkan jumlah denyut jantung dalam waktu satu menit.

Dari hasil tersebut, kita akan mengetahui tekanan darah yang dimiliki pasien atau orang yang diperiksa tekanan darahnya. Pada dasarnya seseorang dikatakan mempunyai tekanan darah normal apabila tekanan darah sistoliknya kurang dari 140 mmHg dan diastoliknya berada di bawah 90 mmHg. Namun, bila tekanan diastoliknya berada di bawah 60 mmHg dan sistoliknya berada di bawah 90 mmHg maka tekanan darah tersebut dikategorikan sebagai tekanan darah rendah. Begitu pula seseorang dikatakan tekanan darahnya tergolong tekanan darah tinggi apabila tekanan sistoliknya berada di atas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya di atas 90 mmHg.

Dengan mengetahui tekanan darah yang dimiliki, kita dapat menentukan tindakan apa yang seharusnya kita lakukan. Terlebih lagi apabila tekanan darah yang kita miliki kita ketahui berada di atas atau di bawah nilai normal. Apabila terjadi kondisi tersebut, tindakan yang tepat ialah memeriksakan diri Anda lebih lanjut pada dokter.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: Omronhealthcare.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Terima kasih untuk Like/comment FB :