Tensi Darah Manual (Jenis dan Macamnya)

Tensi darah manual merupakan salah satu jenis dari alat pengukur tekanan darah. Alat pengukur tekanan darah lainnya selain tensi darah manual ialah tensi darah digital. Tensi darah manual terdiri dari tensi darah jarum atau aneroid dan tensi darah air raksa. Keduanya tergolong ke dalam tensimeter manual. Mengapa dikatakan demikian? Karena dalam penggunaan dara tensimeter manual tersebut membutuhkan alat bantu lain yaitu berupa stetoskop. Selain itu, penentuan tekanan darah ditentukan dari nilai yang ditunjukkan oleh bunyi korotkoff pertama dan bunyi korotkoff terakhir.



tensi darah manual
Tensimeter Raksa GEA


Untuk tensi darah digital, hasil pengukuran tekanan darah akan berjalan secara otomatis. Hasil akan tertera pada layar alat tensi darah digital tersebut sehingga dalam penggunaannya tidak diperlukan stetoskop untuk menentukan hasil tekanan darah. Namun, pada tensi darah digital ini tidak semua jenis tensi darah digital dapat mendeteksi tekanan darah tinggi. Terkadang terdapat alat tensi darah digital yang hanya mampu mengukur tekanan darah sistolik hanya sampai dengan 180 mmHg  dan apabila ditemui tekanan darah sistolik melebihi 180 mmHg maka pada layar alat tensi darah tersebut akan menunjukkan tanda E atau Error.

Macam-macam Tensi Darah Manual

Tensi darah manual seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya terdiri dari tensi darah jarum atau aneroid dan tensi darah air raksa. Alat tensi darah jarum pada skala meterannya ditunjukkan oleh sebuah jarum, sedangkan pada alat tensi darah air raksa, skala meterannya di tunjukkan oleh air raksa. Namun, hati-hati bila menggunakan tensi darah air raksa. Jangan sampai tensi air raksa tersebut mengalami kebocoran karena apabila terjadi kebocoran maka air raksa yang ada di dalam tabung akan keluar atau pecah  dan bila air raksa tersebut keluar, bahkan sampai mengenai kulit maka akan berbahaya bagi kulit.

Selain itu, penggunaan tensimeter air raksa untuk mengukur tekanan darah, sebelum dan sesudah melakukan pengukuran kita harus senantiasa mengecek pengunci dari tabung air raksa. Pastikan pengunci tabung air raksa tersebut dalam keadaan tertutup apabila kita telah melakukan pengukuran tekanan darah. Begitu pula sebaliknya, pastikan pengunci tabung air raksa terbuka saat kita akan melakukan pengukuran tekanan darah.

Alat tensi darah dari air raksa ini umumnya lebih awet dibandingkan dengan tensi darah dari jarum atau aneroid asalkan digunakan dengan benar. Untuk tensi jarum, setelah digunakan selama 2 tahun, alat tersebut harus dikalibrasi. Namun, alat tensi darah jarum ini lebih praktis untuk digunakan dan mudah untuk dibawa ke mana-mana karena beratnya yang ringan.

Alat tensi darah jenis jarum atau aneroid banyak digunakan oleh mahasiswa kesehatan atau kedokteran. Alat tensi darah ini lebih sesuai digunakan oleh orang yang belajar melakukan pengukuran tekanan darah secara manual. Namun, tak jarang juga alat tensimeter ini digunakan oleh para petugas kesehatan untuk pengukuran tekanan darah.

Dibandingkan dari harganya, alat tensi darah manual jenis jarum atau aneroid memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan tensi darah manual dari air raksa. Namun, biasanya alat tensi darah dari jenis jarum atau aneroid ini umumnya tidak dapat bertahan lama. Berbeda halnya dengan alat tensi darah dari air raksa yang dapat bertahan lama sehingga di klinik atau di rumah sakit banyak menggunakan tensimeter manual jenis air raksa karena faktor daya tahan dan keawetannya.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: tokoalkes.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Terima kasih untuk Like/comment FB :